Seleksi PUT Non-PNS Menggunakan SKD: Persiapan Maksimal untuk Peluang Emas | Sukses Lolos CPNS 2026 bersama Bimbel CASN-CPNS by Akses!

Menu

WhatsApp
Hubungi Akses

Seleksi PUT Non-PNS Menggunakan SKD: Persiapan Maksimal untuk Peluang Emas

Dipublikasikan pada 28 May 2025
Rekrutmen PUT-Non PNS Informasi PUT-Non PNS
Seleksi PUT Non-PNS Menggunakan SKD: Persiapan Maksimal untuk Peluang Emas

Universitas Terbuka (UT) kembali membuka kesempatan bagi para profesional yang ingin bergabung melalui jalur Pegawai Universitas Terbuka Non-PNS (PUT Non-PNS). Pada tahun 2025, UT menawarkan 202 formasi, terdiri dari 95 posisi dosen dan 107 tenaga kependidikan (Tendik) . Menariknya, proses seleksi untuk formasi ini menggunakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), mirip dengan yang diterapkan dalam rekrutmen CPNS.

Apa Itu SKD dan Mengapa Penting?

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) adalah tahap awal dalam proses seleksi yang bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar calon pegawai. SKD terdiri dari tiga bagian utama:

  1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Mengukur pengetahuan tentang nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara.

  2. Tes Intelegensia Umum (TIU): Menilai kemampuan verbal, numerik, dan figural peserta.

  3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Mengevaluasi aspek kepribadian seperti pelayanan publik, jejaring kerja, integritas, dan semangat berprestasi.

Meskipun PUT Non-PNS bukan bagian dari rekrutmen CPNS, penggunaan SKD dalam seleksi ini menunjukkan bahwa standar kompetensi yang diterapkan sangat tinggi.

Persiapan Maksimal dengan Bimbel Akses

Menghadapi SKD memerlukan persiapan yang matang. Bimbel Akses hadir sebagai solusi bagi Anda yang ingin mempersiapkan diri secara maksimal. Dengan program belajar yang terstruktur, latihan soal berbasis Computer Assisted Test (CAT), dan pendampingan dari mentor berpengalaman, Bimbel Akses membantu Anda memahami materi ujian dan meningkatkan peluang lolos seleksi.

Tantangan Seleksi: Persaingan Ketat Menanti

Perlu diingat bahwa seleksi PUT Non-PNS sangat kompetitif. Setiap tahunnya, ribuan pelamar bersaing untuk satu formasi. Sayangnya, banyak pelamar yang meremehkan proses seleksi ini. Data menunjukkan bahwa sekitar 90% pelamar CPNS gagal dalam tahap awal karena kurangnya persiapan dan pemahaman terhadap materi tes.

Persiapan Menghadapi Seleksi

Untuk meningkatkan peluang lolos seleksi, penting bagi calon pelamar untuk mempersiapkan diri secara matang. Salah satu cara efektif adalah dengan mengikuti latihan soal CPNS secara rutin dan memahami materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Akses education centre sebagai Lembaga independen bimbingan belajar untuk persiapan lulus seleksi CPNS & CASN-PPPK merupakan bimbingan belajar terbaik nomor satu di Indonesia dan tersedia dalam, membimbing calon ASN baru dan sudah terbukti 90% LOLOS seleksi SKD & 80% LOLOS sebagai ASN, Bagi kalian yang ingin mempersiapkan diri dalam menghadapi seleksi CPNS dan PPPK kalian bisa bergabung ke kelas Bimbel Akses.

Dengan metode bimbingan belajar Online & Offline dan memiliki kualitas pengajar yang Profesional yang teruji dan didukung oleh Soal-soal yang terupdate 2024 dengan berstandar HOTS, Tersedia lebih dari 50.000+ Video Pembelajaran, Tips & Trik Lulus Tes CASN, dan Tryout SKD berbasis CAT. Sehingga kalian akan semakin siap dalam menghadapi seleksi CASN CPNS-PPPK 2025 Bersama Bimbel Akses

Apa saja sih kelebihan Bimbel Akses?

✔️ Metode belajar terlengkap (kelas tatap muka, kelas online, belajar mandiri)

✔️ 80% tenaga pengajar ASN dari instansi kementerian & 20% akademisi seperti dosen dan guru

✔️ Fasilitas untuk cek jurusan

✔️ Try Out offline & online dengan SOAL TERUPDATE di tocpns.com

✔️ Grup kelas diskusi yang intensif

✔️GRATIS soal harian dan pembahasan

✔️ Puluhan video pembelajaran yang tersedia di akseslearning.com

✔️ dan fasilitas Menarik lainnya

Segera wujudkan impianmu untuk menjadi seorang ASN yang berkualitas bersama Akses Education Centre.

Mau ikut kelasnya?

Daftar di sini

Masih punya pertanyaan?

Hubungi kami